WAROENG BELAJAR

Sabtu, 14 April 2012

OBSERVASI DALAM SUPERVISI PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN


A.    LATAR BELAKANG MASALAH
Sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang saat ini telah diperbaharui dengan Undang-undang No. 2 tahun 2003 beserta peraturan lainya maka penyelenggaraan pendidikan di sekolah bernaung di bawah satu sistem pendidikan nasional. Dengan demikian pemerintah berkewajiban untuk membina perkembangan pendidikan nasional. Pemerintah juga wajib mengetahui dan mengawasi kegiatan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah sendiri atau yang diselenggarakan oleh masyarakat. Pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah ini lebih merupakan upaya untuk memberikan bimbingan, dorongan dan pengayoman bagi semua satuan pendidikan yang bersangkutan yang diharapkan terus menerus dapat meningkatkan mutu pendidikan maupun mutu pelayanannya. Pengawasan atau supervisi ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai pengalolaan sekolah yang meliputi aspek akademik dan manajerial. Melalui supervisi ini diharapkan dapat diketahui dengan jelas dan obyektif kekuatan dan kelemahan pengelolaan maupun kegiatan pendidikan di sekolah . apabila terdapat penyimpangan, maka penyebabnya dapat segera diketahui dan selanjutnya dapat diambil langkah-langkah untuk mengatasinya.
Sebagai ujung tombak kegiatan pendidikan di sekolah adalah guru. Maka untuk mengetahui proses pelaksanaan pembelajaran di kelas apakah sudah sesuai dengan peraturan yang ada atau belum, maka diperlukan kegiatan supervisi pembelajaran di kelas.
Pelaksanaan supervisi pembelajaran di kelas yang dilaksanakan oleh pengawas dan Kepala Sekolah terhadap para guru dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dapat dirumuskan dengan merumuskan  perancangan supervisi pembelajaran dengan berbagai tehnik pilihan. Diantaranya adalah dengan tehnik pengamatan/observasi, wawancara dan visitasi.
B.     TUJUAN PENULISAN
Penulisan makalah ini bertujuan agar para supervisor dapat merancang tehnik dan dapat melaksanakan kegiatan supervisi pembelajaran di kelas dengan baik. Berdasarkan hal tersebut maka supervisor akan melaksanakan tugasnya dengan total, ini berarti bahwa tujuan supervisi tidak hanya untuk memperbaiki cara mengajar guru di kelas tapi termasuk pengadaan fasilitas-fasilitas pendukung dalam pembelajaran yang lain.

C.    RUMUSAN MASALAH
Makalah yang berjudul Pengamatan/Observasi Dalam Tehnik Perancangan Supervisi Pembelajaran mengambil beberapa masalah untuk dibahas, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Pengertian observasi
2.       Jenis-jenis observasi
3.      Tujuan observasi
4.      Apa yang akan di observasi
5.      Syarat-syarat untuk memperoleh data dalam observasi
6.      Kriteria yang dipakai dalam observasi
7.      Prinsip-prinsip observasi
8.      Prosedur observasi
9.      Keuntungan dan kelemahan observasi
10.  Alat-alat observasi
11.  Contoh lembaran observasi kelas







BAB II
PEMBAHASAN

A.    PENGERTIAN OBSERVASI
Di sini akan dibahas mengenai pengertian observasi, diantaranya :
1.      Menurut Pauline Young, observasi adalah suatu studi yang dilakukan dengan sengaja/terencana dan sistematis melalui penglihatan/pengamatan terhadap gejala-gejala spontan yang saat itu terjadi .
2.      Menurut Jakoda, observasi adalah suatu cara yang paling dasar untuk mendapatkan informasi mengenai gejala-gejala sosial melalui proses pengamatan.
3.      Menurut Suharsini Arikunto, observasi kelas adalah kunjungan yang dilakukan oleh supervisor baik pengawas atau kepala sekolah ke sebuah kelas dengan maksud untuk mencermati situasi atau peristiwa yang sedang berlangsung di kelas yang bersangkutan.

B.     JENIS-JENIS OBSERVASI
1.      Menurut Piet A. Sahertian
a.       Observasi langsung (direct observation), dengan menggunakan alat observasi supervisor mencatat yang dilihat pada saat guru sedang mengajar.
b.      Observasi tidak langsung (indirect observation), orang yang diobservasi dibatasi oleh ruang kaca di mana murid-murid tidak mengetahuinya biasanya dilakukan dalam pengajaran mikro di laboratorium.
2.      Menurut IGAK Wardhani, dkk.
a.       Observasi terbuka, pengamat tidak menggunakan lembar observasi, hanya menggunaka kertas kosong untuk mencatat kegiatan yang diamati.
b.      Observasi terfokus, pengamat hanya mengamati pada fokus yang disepakati sebelumnya.
c.       Observasi terstruktur, pengamat menggunakan instrumen observasi yang terstruktur dan siap pakai, hanya tinggal membubuhkan tanda (√).
d.      Observasi sistematik, observasi ini lebih rinci dari observasi terstruktur dalam kategori data yang diamati, misalnya adalah guru dalam memberi penguatan dikategorikan penguatan verbal atau non verbal.

C.    TUJUAN OBSERVASI
1.      Untuk memperoleh data yang seobyektif mungkin sehingga bahan yang diperoleh dapat digunakan untuk menganalisa kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru-guru dalam usaha memperbaiki hal belajar mengajar.
2.      Bagi guru sendiri data yang dianalisis akan dapat membantu untuk mengubah cara-cara mengajar ke arah yang lebih baik.
3.      Bagi murid-murid sudah tentu akan menimbulkan pengaruh positif terhadap kemajuan belajar mereka.

D.    HAL-HAL APA YANG DIOBSERVASI
Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai maka supervisor harus mengetahui dengan jelas apa saja yang harus diobservasi. Hal- hal yang perlu diobservasi antara lain:
1.      Usaha serta kegiatan guru dan murid
2.      Usaha dan kegiatan antara guru dan murid dalam hubungan dengan penggunaan bahan dan alat pelajaran.
3.      Usaha kegiatan guru dan murid dalam memperoleh pengalaman belajar.
4.      Lingkungan sosial, fisik sekolah baik di dalam maupun di luar ruang kelas dan faktor-faktor penunjang lainnya.




E.     SYARAT-SYARAT UNTUK MEMPEROLEH DATA DALAM OBSERVASI
Untuk memperoleh data dalam pelaksanaan observasi, maka perlu syarat yang harus dimiliki oleh pengamat itu sendiri. Adapun syarat-syaratnya adalah sebagai berikut :
1.      Menciptakan situasi yang wajar (ketika masuk kelas). Mengambil tempat duduk yang tidak menjadi pusat perhatian anak Tidak mencampuri guru dalam mengajar
2.      Harus dapat membedakan mana yang penting untuk dicatat dan mana yang tidak penting.
3.      Jangan melihat kelemahan tapi melihat bagaimana cara memperbaikinya.
4.      Harus memperhatikan kegiatan murid dalam proses belajar mengajar.

F.     KRITERIA YANG DIPAKAI DALAM OBSERVASI
1.      Bersifat objektif, maksudnya data yang dicatat adalah data yang sebenarnya.
2.      Data yang dicatat harus sesuatu yang dilihat (valid).
3.      Data yang tidak tepat sesuai yang dimaksud, maka dengan sendirinya tidak dapat dipercaya.

G.    PRINSIP-PRINSIP OBSERVASI
Menurut Hopkins (1990) seorang pengamat dalam melaksanakan observasi harus memiliki lima prinsip dasar yang sangat penting yaitu :
1.      Perencanaan bersama
Observasi yang baik harus diawali dengan perencanaan bersama antara pengamat dengan guru yang diamati. Bertujuan membangun rasa saling percaya dan menyepakati apa saja yang akan diamati.
2.      Fokus
Dengan pengamatan yang fokus sesuai yang disepakati maka akan menghasilkan data yang sangat bermanfaat.
3.      Membangun kriteria
Kriteria keberhasilan sudah disepakati bersama antara pengamat dan guru. Misalnya seorang guru menarjetkan di kelas dari 40 siswa diharapkan dapat melibatkan 35 siswa dalam pembelajaran.
4.      Ketrampilan Observasi
Seorang pengamat yang baik minimal harus memiliki tiga ketrampilan yaitu :
a.       Dapat menahan diri untuk tidak cepat memutuskan dalam menginterprestasikan suatu peristiwa.
b.      Dapat menciptakan suasana yang memberi dukungan.
c.       Menguasai berbagai tehnik dalam observasi.

H.    PROSEDUR OBSERVASI
Pada dasarnya prosedur atau langkah-langkah dalam observasi ada tiga tahap yaitu :
1.      Pertemuan pendahuluan
Pertemuan pendahuluan yang sering disebut sebagai pertemuan perencanaan dilakukan sebelum observasi berlangsung. Tujuannya untuk menyepakati hal-hal apa saja yang harus diamati.
2.      Pelaksanaan observasi
Pengamat merekam/menginterprestasikan data sesuai dengan kesepakatan dan berusaha menciptakan suasana yang mendukung berlangsungnya proses perbaikan.
3.      Diskusi balikan
Diskusi balikan ini dilakukan segera setelah pengamatan ini berakhir. Makin cepat pertemuan lebih baik, dan jangan sampai ditunda lebih dari 24 jam. Dalam diskusi ini pengamat dan guru berbagi informasi yang dikumpulkan selama pengamatan, mendiskusikan serta mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan.


I.       KEUNTUNGAN DAN KELEMAHAN OBSERVASI
1.      Keuntungan observasi adalah :
a.       Memungkinkan perekaman/pencatatan gejala-gejala apa adanya.
b.      Pengamatan langsung dapat mennguji kebenaran dan keyakinan peneliti akan kebenaran data dan menghapus keraguan.
c.       Mampu memahami tingkahlaku yang komplek dan situasi yang rumit
d.      Memperoleh gambaran berbagai tingkahlaku dalam waktu yang bersamaan.
2.       Kelemahan observasi adalah :
a.       Sangat tergantung pada individu yang melakukan observasi (terjadi hallo effect), contohnya: jika pengamat senang pada guru yang diamati akan dianggap positif semua, begitu sebaliknya.
b.      Observasi dipengaruhi oleh responden yang diamati. Guru ketika akan diobservasi/diamati, dia akan mengatur tingkah lakunya dalam pembelajaran agar menjadi lebih baik. Berbeda dengan kondisi alamiah atau kondisi biasanya.

J.      ALAT-ALAT OBSERVASI
Untuk memperoleh data tentang situasi belajar mengajar di kelas, maka supervisor bisa menggunakan beberapa alat observasi, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Check-list, adalah: suatu alat untuk mengumpulkan data dalam melengkapi keterangan-keterangan yang lebih obyektif terhadap situasi belajar dan mengajar di dalam kelas. Bentuk dari check-list merupakan daftar yang berisi item-item yang sudah disediakan lebih dahulu dan supervisor tinggal mengecek tiap-tiap item tersebut. Masing-masing item sudah ditentukan kriteria penilaiannya.
2.      Evaluative Check-list, adalah: suatu daftar yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang disusun secara berkelompok dan merupakan standar beserta skala penilaiannya. Susunannya dapat berupa pertanyaan atau item-item yang dijawab dengan “YA” atau “TIDAK”.
3.      Aktivity Check-list, adalah: suatu daftar kegiatan yang dijawab oleh si penjawab dengan cara mengecek. Daftar tersebut berisi pertanyaan khusus tentang kegiatan yang biasanya dicek memakai skala “YA” atau “TIDAK”.

K.    CONTOH LEMBARAN OBSERVASI KELAS
Dalam menyusun lembaran observasi kelas ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatannya, diantaranya adalah sebagai berikut :
1.      Tujuan lembaran adalah untuk mencatat data kuantitatif tentang proses belajar mengajar.
2.      Fungsinya menggambarkan sampai mana tingkat keberhasilan guru dalam menggunakan model pembelajaran.
3.      Aspek-aspek kegiatan yang diobservasi dan dicatat adalah :
a.       Apakah guru merumuskan tujuan secara operasional?
b.      Apakah tujuan pelajaran dapat dicapai hari ini?
c.       Berapa prosen anak yang ikut aktif dalam pembelajaran?
d.      Adakah usaha kreatifitas anak untuk memecahkan masalah, baik pribadi maupun kelompok?
e.       Sampai dimana keterampilan guru dalam mengorganisasikan kegiatan belajar?
f.       Bagaimana peran alat dan sumber yang digunakan?
g.      Jenis tes apa yang digunakan?
h.      Apakah guru memperhatikan dan menolong anak yang mengalami kesulitan dalam belajar?
4.      Cara mengisi lembar observasi
a.       Setelah mengadakan pengamatan, supervisor mengisi kolom-kolom (A, B, C, D, E) dalam lembar observasi dengan tanda chek (√).
b.      Kriteria penilaian adalah sebagai berikut :
A = 81 – 100 (baik sekali)
B = 61 – 80 (baik)
C = 41 – 60 (cukup)
D = 21 – 40 (kurang)
E = 0 – 20 (sangat kurang)
c.       Contoh cara menghitung penilaian
Guru B setelah diobservasi dengan 7 (tujuh) poin mendapat nilai :
1.      B = 70
2.      B = 70
3.      C = 50
4.      C = 50
5.      B = 70
6.      C = 50
7.      C = 50
Jumlah = 410, Rata-rata
=
410
=
58,57
7
Jadi, nilai 58,57 termasuk klasifikasi C = cukup.
5.      Contoh lembar observasi kelas
SUPERVISI AKADEMIK

(OBSERVASI PEMBELAJARAN DI KELAS)



Nama Guru              : ……………………………..

NIP                          : ……………………………..

Pangkat/Gol.            : ……………………………..

Mengajar di Kelas    : ……………………………..

Hari/Tanggal            : ……………………………..



No
Nama Kegiatan
A
B
C
D
E
I.
PERSIAPAN






1.   Program tahunan dan semester






2.   Silabus






3.   Rencana pelaksanaan pembelajaran






4.   Buku nilai (diisi nilai harian dan tugas)





II.
KEGIATAN PEMBELAJARAN






A. Pendahuluan






5.   Menyiapkan media/peraga pembelajaran






6.   Menghubungkan pengalaman belajar dengan materi yang akan dipelajari






7.   Penyampaian cakupan materi






B.  Kegiatan Pokok






8.   Penguasaan materi






9.   Penyajian sesuai dengan urutan yang logis






10.  Metode/pendekatan sesuai dengan materi






11.  Penggunaan alat peraga/alat bantu mengajar yang sesuai






12.  Memicu dan memelihara ketertiban kelas






13.  Bimbingan kepada siswa






14.  Menanggapi pertanyaan dan respon siswa






15.  Penggunaan bahasa yang baik dan benar






16.  Pengembangan keterampilan siswa







17.  Menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari







18.  Melaksanakan penilaian selama proses pembelajaran







19.  Melaksanakan penilaian pada akhir pembelajaran







20.  Pencapaian tujuan pembelajaran







21.  Peka terhadap kesalahan bahasa anak







22.  Pencapaian tujuan pembelajaran







C. Penutup







23.  Melaksanakan refleksi terhadap apa yang telah dipelajari







24.  Membuat rangkuman tentang apa yang telah dipelajari







25.  Melaksanakan kegiatan tindak lanjut






J U M L A H
















Kesimpulan : ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….
Saran            : ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….
                       ……………………………………………………………….

                                                                        ……………, ………………
Kepala Sekolah,                                              Guru,


…………………………………                    ………………………………
NIP.                                                                NIP.
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Untuk mengetahui dan memperoleh data tentang pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru di kelas, maka supervisor harus mengadakan tehnik supervisi pembelajaran berupa observasi kelas. Dengan melaksanakan observasi supervisor dapat mengamati secara langsung kejadian-kejadian yang terjadi saat kegiatan pembelajaran di kelas berlangsung. Sehingga apa yang diharapkan oleh pengamat untuk memperoleh gambaran secara nyata proses pembelajaran di kelas dapat terpenuhi dengan baik. Dalam melaksanakan pengamatan/observasi kelas pengamat bisa memilih berbagai jenis observasi yang akan digunakan dalam mengamati kegiatan pembelajaran guru di kelas. Agar tahapan-tahapan dalam proses observasi bisa berjalan dengan baik maka pengamat harus melaksanakan observasi sesuai dengan prinsip-prinsip dalam observasi.

B.     Saran
Dalam melaksanakan observasi di kelas hendaknya pengamat dan guru yang diobservasi saling bekerja sama dan bersama-sama terlibat dalam proses pertumbuhan profesional yang saling menguntungkan. Kemampuan mengajar dan ketrampilan mengobservasi kelas bagi seorang pengamat akan meningkat dengan melaksanakan tahap-tahap observasi dengan benar.








DAFTAR PUSTAKA

Arikunto Suharsini, 2006. Dasar-dasar Supervisi, Jakarta, PT. Rineka Cipta.
Sudharto dkk, 2010. Profesi Keguruan, Semarang: IKIP PGRI Semarang Press
Sahertian Piet A, 2000. Konsep Dasar dan Teknik Supervisi pendidikan Dalam Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia, Jakarta: PT. Rineka Cipta
Wardhani IGAK, dkk, 2007. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta : UIVERSITAS TERBUKA
http://www.google.com

Untuk Temen-temen yang mau Download Slide yang berkenaan dengan Supervisi di bawah ini :

Selamat Menikmati dan semoga bermanfaat................. 



0 komentar:

Poskan Komentar

Terima Kasih Sudah Membacanya dan tolong kasih Komentarnya.

Dytofree

Dytofree|Free Full Version Software and Game

submit your site