WAROENG BELAJAR

Kamis, 12 Januari 2012

“Refleksi Seabad Pemikiran dan Perjuangan Mohammad Natsir”

Perjalanan bangsa Indonesia penuh dengan perjuangan yang memberi kita pengalaman berbangsa dan ber-negara. Sejarah menyaksikan bahwa dalam tiap-tiap perjuangan itu, para pemimpin dan pejuang Islam telah mengambil peranan yang penting dan menentukan. Salah satu pemimpin yang seluruh masa hidupnya sebagian besar diisi dengan perjuangan menegakkan Islam dan menjaga persatuan bangsa ialah almarhum Dr (HC) Mohammad Natsir gelar Datuk Sinaro Nan Panjang. Pak Natsir, begitu panggilan akrabnya, adalah sosok yang dikenang oleh bangsa Indonesia sebagai tokoh pergerakan Islam, tokoh pendidikan Islam, tokoh politik, negarawan terkemuka, dan pemimpin umat yang berpengaruh di negeri ini. Mohammad Natsir lahir 17 Juli 1908, di kampung Jembatan Berukir, Alahan Panjang, Sumatera Barat, sedang kampung asalnya Maninjau. Pemimpin yang produktif menulis dan memiliki perhatian sangat tinggi terhadap dakwah itu wafat 6 Februari 1993 di Jakarta dalam usia 84 tahun.
Apa yang dilakukan Mohammad Natsir sebagai pelaku sejarah terukir dengan tinta emas sejarah perjuangan dan sejarah perjuangan Islam. Mohammad Natsir pernah menduduki posisi Perdana Menteri RI tahun 1950-1951 setelah Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Jasa Natsir dalam proses terbentuknya NKRI sangat besar. Pada 3 April 1950, sebagai anggota parlemen, Natsir mengajukan mosi dalam Sidang Parlemen RIS (Republik Indonesia Serikat). Mosi itulah yang dikenal sebagai “Mosi Integral Natsir” yang memungkinkan bersatunya kembali 17 Negara Bagian ke dalam NKRI. Sejak saat itu, gugurlah negara-negara boneka buatan Belanda. Mohammad Natsir yang telah mencetuskan adanya mosi itu, oleh Presiden Soekarno, diberi kepercayaan untuk menyusun dan memimpin pemerintahan Republik Indonesia pertama setelah Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan. Ketika ditanya Bung Hatta soal siapa yang akan menjadi formatur kabinet, Bung Karno menyatakan, “Siapa lagi kalau bukan Natsir.”
Selain itu peran yang bernilai sejarah dalam kehidupan kenegaraan dilakukan Natsir ketika menjabat anggota Badan Pekerja KNIP (Parlemen Sementara RI), Menteri Penerangan (1946-1949), Ketua Umum Partai Masyumi (1949-1958), Anggota Majelis Konstituante, dan lain-lain. Natsir salah seorang anggota KNIP yang mendukung dibentuknya Kementerian Agama tahun 1946 yang sebelumnya ditentang oleh kalangan non-muslim dan nasionalis sekuler.
Sebagai pejuang pendidikan, perhatian Mohammad Natsir terhadap generasi muda cukup besar sejak zaman penjajahan. Semasa sekolah di Padang dan Bandung, beliau aktif dalam organisasi di antaranya Jong Islamieten Bond. Beliau berupaya memerangi kebodohan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan mendirikan sekolah Pendidikan Islam (Pendis) di Bandung tahun 1932.
Setelah kemerdekaan peran dan jasa Mohammad Natsir terutama dalam menginisiasi dan mengupayakan dana untuk pembangunan masjid kampus di institut/universitas terkemuka seperti Masjid Salman ITB, Masjid Salahudin UGM, Masjid Alauddin Unhas Makassar, dan lain-lain. Mohammad Natsir juga merintis tujuh perguruan tinggi, yakni Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Universitas Islam Riau
(UIR), Universitas Ibnu Khaldun Jakarta, Universitas Islam Bandung (Unisba), Univeristas Islam Indonesia (UII) Yogjakarta, Universitas Sultan Agung Semarang, dan Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar.
Negarawan Sejati
Mohammad Natsir selaku pimpinan Partai Masyumi adalah orang pertama yang menolak gagasan politik Presiden Soekarno untuk menguburkan partai-partai dan menerapkan konsepsi Demokrasi Terpimpin (1956). Selama ada demokrasi, kata Natsir, selama itu pulalah partai tetap ada. Apabila partai-partai sampai dikubur, demokrasi pun turut pula masuk ke liangnya sekalian. Dan yang tinggal berdiri di atas kuburan itu adalah diktator. Natsir dan sejumlah tokoh Masyumi akhirnya dipenjara oleh rezim Soekarno tanpa melalui proses hukum.
Tetapi Mohammad Natsir adalah negarawan yang tidak pendendam. Dalam buku Bung Karno Dalam Kenangan (1981) yang disusun oleh Solichin Salam, Mohammad Natsir menulis, “Saya ingin menegaskan lagi di sini, bahwa sebagai pribadi dalam segala perbedaan atau pertentangan pendapat tidak pernah saya maupun Bung Karno menaruh rasa dendam satu sama lain. Mudah-mudahan sikap jiwa (mental attitude) yang demikian ini dapat dihidupkan kembali dalam rangka pembinaan bangsa di kalangan generasi penerus.”
Menarik disimak pandangannya tentang Pancasila, bahwa tidak ada pertentangan Pancasila dan Islam, kecuali bila Pancasila itu sengaja diisi dengan faham-faham yang bertentangan dengan ajaran Islam. Pancasila akan hidup subur dalam pangkuan ajaran agama Islam, ucap Natsir.
Di zaman Orde Baru, pada 1967 Mohammad Natsir bersama beberapa tokoh Masyumi yang seide dan seorientasi mendirikan wadah berbentuk Yayasan yaitu Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII). Natsir menjabat Ketua Umum DDII sampai wafat. Melalui kegiatan dakwah pula hubungan beliau dengan masyarakat luas tetap terpelihara, hidup terus sebagai pemimpin informal. Dewan Dakwah yang dipimpin Mohammad Natsir juga banyak berperan dalam merintis pembangunan Rumah Sakit Islam di beberapa tempat di Indonesia.
Hati Nurani Umat
Salah satu sifat yang menonjol dari pribadi Mohammad Natsir ialah integritasnya sebagai muslim dan sebagai putra bangsa. Tidak berlebihan kiranya, kalau sahabatnya Mr. Mohamad Roem memberi julukan Natsir sebagai “hati nurani umat.” Sementara pada tingkat internasional, Mohammad Natsir pernah memegang jabatan sebagai anggota Majlis Ta’sisi Rabithah al-Alam al-Islami yang berkedudukan di Saudi Arabia, dan sampai akhir hayatnya memegang jabatan sebagai Wakil Presiden Mu’tamar al-Alam al-Islami yang berkedudukan di Pakistan, dan anggota pendiri Dewan Masjid Sedunia (1976) yang berkedudukan di Mekkah. Pada tahun 1987 Natsir menjadi anggota Dewan Pendiri The Oxford Center for Islamic Studies, London. Semua ini hanyalah sedikit dari sekian banyak prestasi yang diukir oleh Natsir semasa hidupnya. Beliau pernah diusulkan menjadi Sekretaris Jenderal Organisasi Konperensi Islam (OKI), tapi tidak disetujui Pemerintah RI.
Mohammad Natsir tidak pernah membeda-bedakan perlakuannya terhadap setiap orang. Pintu rumah beliau selalu terbuka bagi siapa saja yang ingin berkunjung, dan beliau akan menerima setiap orang dengan sikap yang ramah dan simpatik. Pada 1980 Mohammad Natsir menerima Penghargaan Internasional Malik Faisal (Faisal Award) dari Kerajaan Saudi Arabia atas jasa-jasanya di bidang pengkhidmatan kepada dunia Islam. Raja Faisal semasa hidupnya pernah mau memberi hadiah mobil mewah yang pantas digunakan oleh Natsir. Tetapi Natsir menolak secara halus dan mengatakan, “Kalau mau membantu, tolonglah bantu mahasiswa-mahasiwa Indonesia untuk melanjutkan studi di Arab Saudi” pintanya.
Mohammad Natsir pernah mengatakan bahwa kemajuan masyarakat Islam hanya dapat dicapai dengan memahami dan mengamalkan ajaran Islam secara murni dan tidak bercampur aduk dengan bid’ah, khurafat dan tahayul.
Dalam beberapa kesempatan beliau menyatakan, “Tiap tiap kita adalah dai pengemban tugas dakwah. Tukang becak yang muslim, mempunyai tugas dakwah. Ia yang menjemput dan mengantar pulang ustadz dalam suatu pelaksanaan dakwah. Saudara marbot (penjaga) masjid mungkin buta huruf, tidak bisa membaca dan menulis. Tetapi, tugas membersihkan masjid, mengurus air masjid, menjaga keamanan sandal, adalah termasuk pelaksanaan dakwah. Marbotlah yang mengurus semua itu. Dengan tugas itu, merbot menjadi dai. Yang jadi pejabat atau pegawai, dia adalah dai. Karena dengan kedudukannya, pelaksanaan dakwah dapat berjalan lancar. Yang kaya, yang mendapat kekayaan dari Allah swt, mungkin tidak bisa naik mimbar, tetapi dengan infaknya dia menjadi dai.”
Mengenai persatuan umat, Mohammad Natsir mengatakan, “...bahwa umat Islam sekalipun menghadapi bermacam cobaan, dan terkadang sampai bercerai berai, tetap ada seruan Kitabullah dan Sunnah Rasulullah, yang memanggil mereka kembali ke jalan yang benar.”
Suatu hal yang patut diteladani dari kehidupan Natsir adalah integritas pribadi, pembawaan hidupnya yang sederhana dan jauh dari kecintaan terhadap harta benda. Bangsa Indonesia berhutang budi kepada Natsir sebagai pejuang nasional dan pejuang umat. Mohammad Natsir di samping mewariskan buku-buku karyanya yang bernilai, juga meninggalkan nilai kepahlawanan, kesederhanaan, sekaligus keteladanan yang kini semakin jarang ditemukan. (FN)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Membacanya dan tolong kasih Komentarnya.

Biografi dan Profil Tokoh TerkenalRumah Yatim, Anak Yatim, Panti Yatim, Panti Asuhan, Panti Sosial, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, Baitul Maal, Sedekah, Zakat, Infaq, Wakaf, Hibah, Donatur, Badan, Amil Zakat, Lembaga Amil Zakat, Dompet Peduli, Pondok Yatim, Pecinta YatimToko Online Aksesoris wanita no.1 di Indonesia-Aini's CollectionFree automatic backlinks exchangeAuto Backlink Gratis Indonesia : AUTO BACKLINK Teralis, Railing Tangga, Railing Balkon, Kanopi, Pintu Besi, Pintu Pagar, Pagar Besi, Pintu Garasi, Tangga BesiALAT BANTU SEX- OBAT KUATDaftar PTC Indonesia pilihan yang selalu membayar Ptc indonesia terbaru,ptc indonesia terpercaya,daftar ptc terpercaya,list ptc indonesia terpercaya,situs ptc indonesia yang bisa dipercaya Free Automatic Backlinks ExchangesFree Automatic Backlinks ExchangesFree Automatic Backlinks ExchangesAqillah Aziz indian classifieds, india classified ads, free classified ads, buy sell free classifieds from india, classified yellow pages, indian ads, post free ads, indian advertisements, free advertising, post sell ads, post buy ads, free job postings, free matrimonial ads, car classifieds, auto classifieds, used stuff, local ads, ads for sale, local classifieds india, click india, property for sale, sell used cars, education institutes, travel deals, mumbai real estate, new delhi restaurants, hotels in bangalore, online classifieds india, buy sell free classifieds, online ads, free ads, indian ads, where can i post free ads, post free business ads, post free employment ads, free online ads posting, how to post free ads, post free banner ads, post free ads internet, free business advertising, local classified ads, free internet classified ads, post free dog ads, placing free ads online, free online advertising sites, where to place free classified ads, used cars classified ads, submit free classified ads, sites to post ads for free, kijiji, free classifieds nyc, post free classified ads no registration, sell car free ads, free online advertising sites, autos, ads for, one india, free classifieds in keralagrahafenomenahati. ALBUM KELUARGA H.M SOEKARNO Rt.04/03 PATIKRAJADownload Mp3 Lagu Religi Mawar Biru Keris adalah budaya asli Indonesia BACKLINK OTOMATIS GRATIS Fenomena Hati . download-aplikasi-gratisbanyumas Pustaka Link Fenomena Hati download-aplikasi-gratisbanyumasdownload-aplikasi-gratisbanyumasSAHABAT UNGU Ciptaan Terbaik Tuhan
Ratu Galunggungarinmawarbirukita download-aplikasi-gratisbanyumas
Kumpulan Artikel Islamiperjalananjihad Daftar Lagu Islami Desa Patikraja. Solusi hosting gratis dari Google Code CHANNEL---TV---DESA PATIKRAJA 10 000 000 Backlinks. 10 000 000 Backlinks. Bunda Watie  Link Exchange/Tukar Link. Media-Aisah Bella  Arin Mawar Rindu (Puisi Biru)Link Exchange/Tukar Link. CHANNEL---TV---Ugiarti Pratiwi AISAH BELLA Exchange/Tukar Link. CHANNEL---TV---AISAH BELLA  Bunda Watie  Link Exchange/Tukar Link. Majalah Roro Mendot  cewek cantik Indonesia   Arin Mawar Rindu (Puisi Biru)Link Exchange/Tukar Link. Bunda Watie  Link Exchange/Tukar Link. NYAI Roro Mendot-AISAH BELLA  AISAH BELLA Exchange/Tukar Link.

submit your site